You are currently browsing the monthly archive for July, 2004.

lebih baik menunggu daripada ditunggu
lebih baik dikecewakan daripada mengecewakan
lebih baik disakiti daripada menyakiti

tapi

tetap

lebih baik membunuh daripada terbunuh

:-)

Ada teman yang datang, dan ada yang pergi. Begitulah hidup berteman. Namun, kadang begitu menyesakkan. Saat teman lebih dari sekedar teman. Saat ia menjadi tempat kita berharap, bersandar dan berpegang. Saat hubungan bukan lagi pertemanan. Saat kita butuh mereka dalam barisan, untuk menghantam gelombang. Ya ! Saat kita jenuh dihantam gelombang. Saat kita ingin sekali lagi membusungkan dada karena yakin akan satu tujuan…..

Melangkah mundur setapak, saya bertanya : adakah kami semua telah satu tujuan ? Mungkinkah tujuan ini hanya sebentuk angan pribadi ? Tak salah memang bila semua menyimpan tujuan pribadi. Namun, apakah tembok-tembok labirin kehidupan sedemikian menghimpit ? Sehingga semua orang hanya dibuat bingung akan pencarian jati dirinya ? Sehingga kita lupa bahwa kita lahir dari Yang Satu, dan akan kembali kepada-Nya ? Bahwa karenanya kita masih mungkin bergandengan tangan dan jalan kita sangat mungkin beririsan ?

Wahai semesta tanda, beri aku sebuah kata !

Biarlah semuanya tumbang ! Asalkan diriku tak lagi mengambang, dan ia yang terkasih aman di bawah payung pengorbananku yang mengembang.

On your foot soldier ! Chaaarge !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Malam buta, pukul 3.45. Saya mulai dengan suapan pertama. Pedas! Sialan, mestinya ini makan sahur yang menyenangkan. Kalau sahur saja tidak menyenangkan, bagaimana bisa bertahan melewati hari yang padat, penuh kesibukan, sementara orang-orang lain bebas melahap makanan dengan ekspresif. Ah, mungkin niat saya memang belum lurus. Puasa selalu dengan niat tersembunyi, meski begitu subtle. Read the rest of this entry »