You are currently browsing the monthly archive for September, 2004.
Saya lupa hari itu hari apa. Lagian, itu ga penting bangeeet. Saya hanya ingat satu sisi kehidupan yang tiba-tiba saya kecap manisnya. Bagaimana tidak ? Saat seorang kenalan, teman, kawan atau apapun namanya tiba-tiba bercerita rahasianya, apa lagi yang harus saya sembunyikan ? Rahasia itu sepertinya sangat sepele, dan jangankan menceritakannya kepada orang lain, dalam hatipun rasanya saya ingin tertawa. Namun saya tiba-tiba merasa eneg untuk tertawa, dan malah larut dalam keharuan. Read the rest of this entry »
