Saya sudah beberapa lama memikirkan ini. Coba simak petikan lagu jadul berikut:
“Pulangkan saja aku pada ibuku ATAU ayahku…”
Lagu ini waktu saya SD sering sekali diputar di radio dan TV (waktu itu yang ada cuman TVRI). Judulnya kalau nggak salah “Hati yang Luka”. Penyanyinya Betharia Sonata. Beliau dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu kategori “cengeng”. Saking cengengnya, sampai-sampai Menteri Penerangan Harmoko waktu itu mengeluarkan edaran yang melarang lagu-lagunya dan lagu-lagu sejenis ditayangkan di TV.
Tapi bukan pelarangan itu yang ingin saya bahas. Saya penasaran. Mengapa liriknya “ibuku ATAU ayahku”? Mengapa bukan “ibu DAN ayahku”? Saya berkesimpulan, ibu dan ayah dari tokoh yang diceritakan dalam lagu ini tentulah hidup terpisah. Mengapa mereka hidup terpisah? Bisa jadi mereka pisah ranjang, atau malah bercerai! Intinya, kehidupan pernikahan kedua orangtua sang tokoh juga bermasalah.
Sangat mungkin kondisi ini membekas ke kehidupan putri mereka (dalam lagu tersebut, rasanya tokohnya perempuan?) Saya pernah membaca, anak-anak yang orangtuanya bercerai, ketika dewasa dan menikah cenderung mengalami hal yang sama. Penyebabnya mungkin begini: anak-anak orangtua korban perceraian mengalami trauma karena menyaksikan kegagalan pernikahan orangtua mereka sehingga kepercayaan mereka terhadap kesuksesan pernikahan menjadi rendah. Akibatnya, mereka mudah menyerah dan cepat melihat perceraian sebagai solusi, jika ada ketidakcocokan sedikit saja dengan pasangan.
Jadi, lirik lagu di atas sebenarnya membuktikan kebenaran teori yang saya baca. Entah apakah penulis liriknya membaca buku atau justru mengalami kondisi yang sama.
Wallahu a’lam.


2 comments
Comments feed for this article
September 24, 2008 at 7:13 pm
heny
ketika orang tua sedang bersitegang, jangan pernah menampakannya di depan anak-anak, karena secara psikologis akan membawa trauma pada diri anak-anaknya……semoga kita memiliki orang tua yang bijak, begitu pun kelak jika kita jadi orang tua, semoga bisa menjadi orang tua yang bijak, bisa menampilkan ahlak mulia, saling menghormati, saling menyayangi………
http://kebunilmu.blogspot.com
http://carakusehat.blogspot.com
November 20, 2008 at 11:21 am
reza syariati
seperti biasa bang salim…banyak nostalgia..