kusangka waktu berhenti
guguran daun diam mengambang
enggan memijak bumi
tiap helainya terbuai dekapan angin sore
kusangka waktu berhenti
sepotong cheese cake tersangkut
lembut, gurihnya membalut lidah
tak habis-habisnya melumeri hati
kusangka waktu berhenti
sembilu duka yang mengiris hati
tak tega mengoyak lebih lebar
perih di dada sembuh sebentar
O Sang Kala
apa gerangan
tumbal yang kau minta
untuk semua kemewahan ini
ke mana perginya arusmu
yang tanpa ampun
selalu menggerus! selalu menghapus!
menyisakan tanya dan sangka
“Wahai Sang Pengelana
arus ku tak kenal henti
mengantar semua yang berawal
menemui akhir di lautan kekekalan
kembalilah, susuri takdirmu
jumpai perpisahan, tinggalkan perjumpaan
pungutlah bekal untuk pelayaran panjang
dari jernihnya makna yang kau reguk
karena bukan waktu yang berhenti
tapi jam dindingmu yang mati”


3 comments
Comments feed for this article
December 20, 2010 at 8:25 pm
Berlalu « mywinny
[...] ps : Gambar illustrasi diambil dari sini [...]
October 12, 2011 at 10:12 am
fararizky
hai, saya yang penggagas sekolah permakultur, salam kenal….
tulisannya bagus2 ya.
February 15, 2012 at 11:55 am
terang
Salam kenal juga
Maaf ya saya sekarang jarang buka blog. Tapi insya Allah mulai lagi nulis bulan ini