You are currently browsing the category archive for the 'pikiran' category.
Saya sudah beberapa lama memikirkan ini. Coba simak petikan lagu jadul berikut:
“Pulangkan saja aku pada ibuku ATAU ayahku…”
Lagu ini waktu saya SD sering sekali diputar di radio dan TV (waktu itu yang ada cuman TVRI). Judulnya kalau nggak salah “Hati yang Luka”. Penyanyinya Betharia Sonata. Beliau dikenal sebagai penyanyi lagu-lagu kategori “cengeng”. Saking cengengnya, sampai-sampai Menteri Penerangan Harmoko waktu itu mengeluarkan edaran yang melarang lagu-lagunya dan lagu-lagu sejenis ditayangkan di TV. Read the rest of this entry »
Tadi malam, saya baru saja menoleh ke kanan dan ke kiri, mengucap salam selepas shalat Maghrib. Dari saf depan, seorang bapak dengan tergesa-gesa berusaha menerobos melewati saf-saf belakang, melintasi jamaah-jamaah yang masbuk. Keruan saja para jamaah itu berlomba-lomba mengayunkan tangannya ke depan, menghalangi niat si bapak untuk melintas. Sambil sedikit menggerutu, bapak itu duduk di sebelah kanan saya, memunggungi dan menunggui jamaah-jamaah saf belakang untuk menyelesaikan shalatnya. Read the rest of this entry »
Ada potongan menarik yang saya pungut dalam diskusi Sabtu kemarin: “Sastra dalam Budaya Massa”. Diskusi ini diawali polemik dalam Harian Pikiran Rakyat, antara Teh Ani dan Topik Mulyana. Teh Ani mula-mula menulis kegundahannya mengenai sastra Islam. Kata Teh Ani, label sastra Islam saat ini hanya disematkan pada karya-karya FLP saja. Padahal sastra Islam itu luas dan panjang sejarahnya. Topik Mulyana, seorang editor Syaamil dan anggota FLP, tampaknya merasa FLP disudutkan dan membalas komentar Teh Ani di PR. Read the rest of this entry »


